Cara Menentukan Amper MCB Listrik di PHB Rumah yang Benar
MCB (Miniature Circuit Breaker) adalah komponen listrik yang berfungsi sebagai pengaman beban lebih dan pengaman arus hubung singkat, juga bisa difungsikan sebagai kontak pemisah ( switch Off secara manual ). Komponen ini wajib ada pada instalasi rumah, minimal terpasang satu buah yang biasa disebut sebagai MCB utama yang terletak setelah KWH meter. MCB utama ini sepaket dengan KWH meter dengan otoritas dan kepemilikan adalah punya PLN. Penentuan kapasitas amper MCB utama di KWH adalah sesuai kontrak daya yang disepakati antara konsumen dan PLN. Konsumen dilarang mengganti kapasitas Amper MCB tersebut tanpa seijin PLN. Adapun jika yang punya rumah ( baca : konsumen ) membagi instalasi rumahnya menjadi beberapa bagian, umumnya mereka menggunakan panel hubung bagi ( PHB ) tersendiri yang tersusun dari beberapa MCB pembagi didalamnya. Dalam penentuan kapasitas amper MCB listrik pada PHB tersebut, konsumen bisa menentukan sendiri sesuai dengan kegunaannya. Lalu bagaimana cara menentukan amper MCB listrik di PHB rumah yang benar?
Perhatikan gambar dibawah ini :
Gambar diatas adalah contoh instalasi KWH dan PHB yang sering kita temukan pada beberapa rumah konsumen PLN. Tetapi ada juga di PHB tersebut hanya menggunakan 1 MCB saja artinya tidak dilakukan pembagian beban. Dari gambar diatas dimisalkan PHB dibagi 2 grup pembagian beban. Pembagian beban ini biasanya digunakan misalnya untuk grup ruangan sayap kiri dan grup ruangan sayap kanan, atau grup ruangan lantai atas dan lantai bawah, atau satu grup khusus untuk instalasi menuju stop kontak, dan grup lainnya digunakan untuk jalur menuju saklar. Tergantung konsumen ingin menggunakan yang mana, atau punya selera sendiri yang lain yang lebih praktis dan berguna sesuai keinginan konsumen.
Pembagian beban di PHB ini memerlukan MCB yang nilai kapasitas amper untuk MCB di PHB tersebut kadang menjadi pertanyaan tersendiri bagaimana cara menentukannya, agar instalasi tetap aman, efektif dan terlindungi tentunya.
Saya pribadi banyak menemukan kesalahan persepsi dilapangan mengenai penentuan kapasitas amper MCB di PHB tersebut. Saya akan mencoba menjelaskannya pada artikel ini, tapi sebelumnya perlu anda ketahui terlebih dahulu ada sedikit perbedaan fungsi dari MCB utama dan MCB di PHB ini meskipun secara konstruksi dan prinsip kerja tetap sama.
Seperti yang sudah saya jelaskan diatas, fungsi utama MCB adalah sebagai pengaman beban lebih dan pengaman hubung singkat. Tetapi pada MCB utama yang terletak di KWH meter selain fungsi diatas sebenarnya ada fungsi tambahan yaitu sebagai pembatas arus sesuai kontrak konsumen dan PLN. Artinya ketika MCB utama trip karena kelebihan beban, bukan berarti MCB tersebut bersifat memproteksi listrik yang ada di konsumen dari beban lebih tetapi lebih tepat adalah memproteksi PLN dari penggunaan listrik konsumen ketika melebihi kontrak VA KWH yang sudah disepakati, artinya dalam kasus ini MCB utama berfungsi sebagai pembatas arus sesuai kontrak konsumen dan PLN, tetapi tetap tanpa menghilangkan fungsi MCB yang sebenarnya yaitu sebagai pengaman beban lebih dan pengaman hubung singkat. Jika ada gangguan hubung singkat didalam rumah, MCB ini semestinya harus trip mengamankan instalasi konsumen dalam rumah.
Sama halnya dengan MCB lainnya, MCB di PHB juga bisa difungsikan sebagai pengaman beban lebih dan pengaman hubung singkat. Dalam menentukan MCB di PHB ini sebenarnya fokusnya tidak pada fungsi proteksi beban lebih dan hubung singkat, tetapi lebih kepada MCB sebagai kontak pemutus biasa yang dioperasikan secara manual sesuai kebutuhan seperti pemutusan arus untuk pengamanan untuk servis instalasi, adapun sisi proteksi pada MCB di PHB ini hanya memperhatikan proteksi terhadap instalasi kabel berdasarkan luas penampangnya terhadap kuat hantar arus ( KHA ) yang diijinkan. Tetapi jika memang terjadi kegagalan proteksi pada MCB KWH utama, tentu saja secara otomatis proteksi akan diambil alih MCB di PHB sebagai back up proteksi karena MCB di PHB pun memiliki konstruksi dan prinsip kerja yang sama dengan MCB pada umumnya.
Untuk alternatif PHB khusus yang lebih handal, baca artikel berikut : "Instalasi setelah KWH dan MCB Utama yang lebih handal".
Persepsi tentang MCB di PHB yang sudah terjadi dimasyarakat luas adalah sebagai berikut :
Pemasangan MCB di PHB tidak boleh melebihi amper di MCB utama KWH, bahkan ada banyak aplikasi dilapangan, dalam menentukan MCB di PHB ini adalah menggunakan hukum kirchhoff arus ( KCL ), dimana amper arus MCB utama = penjumlahan amper MCB di PHB, misalnya jika di PHB dibagi 2 grup beban MCB, sedangkan di MCB utama KWH kontraknya 6 A, maka di MCB PHB kapasitas amper harus terbagi 2 yaitu MCB grup 1 sebesar 3 A, dan MCB grup 2 sebesar 3 A, atau bisa juga MCB grup 1 dibuat 4 A dan MCB grup 2 dibuat 2 A, yang penting jumlah Amper MCB di PHB tidak melebihi amper di MCB utama KWH. Persepsi ini sangat tidak tepat meskipun dari sisi proteksi tidak masalah tetapi dari sisi konsumen sangat dirugikan karena kontrak VA listrik PLN yang tidak termanfaatkan / tidak terpakai secara optimal.
Langkah awal dalam instalasi listrik rumah yang benar salah satunya adalah pemilihan luas penampang kabel instalasi yang tepat. Luas penampang kabel akan berhubungan dengan kuat hantar arus ( KHA ) atau seberapa besar arus yang aman yang bisa dialirkan pada luas penampang kabel tersebut secara terus menerus. Jika arus yang mengalir pada kabel tersebut diluar kapasitasnya tentu saja ini tidak aman dan bisa menyebabkan hal yang tidak diinginkan bagi rumah konsumen seperti terjadinya kebakaran. Inilah sebenarnya yang harus di proteksi pada instalasi konsumen.
Adapun besarnya KHA terus menerus yang diijinkan terhadap luas penampang kabel berdasarkan PUIL 2000 adalah sebagai berikut :
Tabel diatas bisa menjadi referensi berapa luas penampang kabel yang diperlukan untuk instalasi di rumah. Saya pribadi menganjurkan luas penampang kabel minimal dari instalasi sebuah rumah sederhana sebaiknya ada di ratting minimal 2,5 mm^2 dengan tujuan saat ada pengembangan instalasi yang menyebabkan nilai KHA menjadi besar, masih memungkinkan anda tidak perlu membongkar instalasi lama dengan syarat KHA masih dalam kapasitas di luas penampang 2,5 mm^2. Tetapi untuk rumah-rumah khusus atau gedung yang membutuhkan KHA cukap besar silahkan mengkondisikan.
Dari uraian tentang KHA diatas sebetulnya saya ingin menyampaikan korelasinya dengan penentuan kapasitas amper MCB di PHB. Ketika anda memahami sangat pentingnya memperhatikan luas penampang kabel terhadap KHA maka sudah sewajarnya ada proteksi yang bisa mengakomodir pembatasan arus melindungi KHA kabel instalasi tersebut, dalam hal ini bisa terwakili dengan MCB di PHB sebagai back up atau proteksi cadangan jika ada kegagalan fungsi di MCB utama KWH. Sebenarnya ini hanyalah dasar untuk menentukan amper maksimal untuk MCB di PHB, tetapi jika ingin memperhatikan masalah ekonomis tanpa mengurangi aspek proteksi, anda bisa menentukan kapasitas amper MCB di PHB per grup dengan nilai minimal sama dengan amper MCB utama di KWH dengan mengabaikan jumlah grup beban di PHB. Semakin besar kapasitas amper MCB, harga semakin mahal.
Jadi, Untuk kapasitas amper MCB di PHB dari pernyataan diatas bisa disimpulkan untuk nilai minimum dan maksimum amper MCB di PHB yang diijinkan. Nilai minimum adalah kapasitas amper MCB di PHB sama dengan MCB utama di KWH, dan nilai maksimum adalah amper MCB di PHB sama dengan kemampuan KHA luas penampang kabel instalasi. Anda tidak usah khawatir jikalau amper MCB di PHB tersebut seandainya diatas amper MCB utama di KWH. Jika terjadi beban lebih dan MCB KWH misalnya gagal trip maka akan tetap aman dan suatu keuntungan tersendiri bagi konsumen bisa memakai listrik diatas kontrak, yang penting instalasi anda tetap aman dari beban lebih karena sudah ada proteksi terhadap KHA kabel oleh MCB di PHB. Pun jika terjadi gangguan hubung singkat maka MCB utama harus segera trip, dan jika gagal trip, MCB di PHB akan trip sebagai proteksi cadangan.
Demikianlah sedikit gambaran tentang cara menentukan amper MCB listrik di PHB rumah yang benar, Semoga bisa menjadi pencerahan bagi anda yang masih atau pernah bingung dan ragu dengan kasus yang sama. Saran, masukan ataupun koreksi silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar.
Wassalam.
Instalasi KWH dan MCB di PHB
Perhatikan gambar dibawah ini :
![]() |
Contoh pemasangan KWH dan PHB |
Gambar diatas adalah contoh instalasi KWH dan PHB yang sering kita temukan pada beberapa rumah konsumen PLN. Tetapi ada juga di PHB tersebut hanya menggunakan 1 MCB saja artinya tidak dilakukan pembagian beban. Dari gambar diatas dimisalkan PHB dibagi 2 grup pembagian beban. Pembagian beban ini biasanya digunakan misalnya untuk grup ruangan sayap kiri dan grup ruangan sayap kanan, atau grup ruangan lantai atas dan lantai bawah, atau satu grup khusus untuk instalasi menuju stop kontak, dan grup lainnya digunakan untuk jalur menuju saklar. Tergantung konsumen ingin menggunakan yang mana, atau punya selera sendiri yang lain yang lebih praktis dan berguna sesuai keinginan konsumen.
Pembagian beban di PHB ini memerlukan MCB yang nilai kapasitas amper untuk MCB di PHB tersebut kadang menjadi pertanyaan tersendiri bagaimana cara menentukannya, agar instalasi tetap aman, efektif dan terlindungi tentunya.
Saya pribadi banyak menemukan kesalahan persepsi dilapangan mengenai penentuan kapasitas amper MCB di PHB tersebut. Saya akan mencoba menjelaskannya pada artikel ini, tapi sebelumnya perlu anda ketahui terlebih dahulu ada sedikit perbedaan fungsi dari MCB utama dan MCB di PHB ini meskipun secara konstruksi dan prinsip kerja tetap sama.
Fungsi MCB Utama
Seperti yang sudah saya jelaskan diatas, fungsi utama MCB adalah sebagai pengaman beban lebih dan pengaman hubung singkat. Tetapi pada MCB utama yang terletak di KWH meter selain fungsi diatas sebenarnya ada fungsi tambahan yaitu sebagai pembatas arus sesuai kontrak konsumen dan PLN. Artinya ketika MCB utama trip karena kelebihan beban, bukan berarti MCB tersebut bersifat memproteksi listrik yang ada di konsumen dari beban lebih tetapi lebih tepat adalah memproteksi PLN dari penggunaan listrik konsumen ketika melebihi kontrak VA KWH yang sudah disepakati, artinya dalam kasus ini MCB utama berfungsi sebagai pembatas arus sesuai kontrak konsumen dan PLN, tetapi tetap tanpa menghilangkan fungsi MCB yang sebenarnya yaitu sebagai pengaman beban lebih dan pengaman hubung singkat. Jika ada gangguan hubung singkat didalam rumah, MCB ini semestinya harus trip mengamankan instalasi konsumen dalam rumah.
Fungsi MCB di PHB
Sama halnya dengan MCB lainnya, MCB di PHB juga bisa difungsikan sebagai pengaman beban lebih dan pengaman hubung singkat. Dalam menentukan MCB di PHB ini sebenarnya fokusnya tidak pada fungsi proteksi beban lebih dan hubung singkat, tetapi lebih kepada MCB sebagai kontak pemutus biasa yang dioperasikan secara manual sesuai kebutuhan seperti pemutusan arus untuk pengamanan untuk servis instalasi, adapun sisi proteksi pada MCB di PHB ini hanya memperhatikan proteksi terhadap instalasi kabel berdasarkan luas penampangnya terhadap kuat hantar arus ( KHA ) yang diijinkan. Tetapi jika memang terjadi kegagalan proteksi pada MCB KWH utama, tentu saja secara otomatis proteksi akan diambil alih MCB di PHB sebagai back up proteksi karena MCB di PHB pun memiliki konstruksi dan prinsip kerja yang sama dengan MCB pada umumnya.
Untuk alternatif PHB khusus yang lebih handal, baca artikel berikut : "Instalasi setelah KWH dan MCB Utama yang lebih handal".
Persepsi Tentang MCB di PHB
Persepsi tentang MCB di PHB yang sudah terjadi dimasyarakat luas adalah sebagai berikut :
Pemasangan MCB di PHB tidak boleh melebihi amper di MCB utama KWH, bahkan ada banyak aplikasi dilapangan, dalam menentukan MCB di PHB ini adalah menggunakan hukum kirchhoff arus ( KCL ), dimana amper arus MCB utama = penjumlahan amper MCB di PHB, misalnya jika di PHB dibagi 2 grup beban MCB, sedangkan di MCB utama KWH kontraknya 6 A, maka di MCB PHB kapasitas amper harus terbagi 2 yaitu MCB grup 1 sebesar 3 A, dan MCB grup 2 sebesar 3 A, atau bisa juga MCB grup 1 dibuat 4 A dan MCB grup 2 dibuat 2 A, yang penting jumlah Amper MCB di PHB tidak melebihi amper di MCB utama KWH. Persepsi ini sangat tidak tepat meskipun dari sisi proteksi tidak masalah tetapi dari sisi konsumen sangat dirugikan karena kontrak VA listrik PLN yang tidak termanfaatkan / tidak terpakai secara optimal.
Menentukan Kapasitas Amper MCB di PHB yang Benar
Langkah awal dalam instalasi listrik rumah yang benar salah satunya adalah pemilihan luas penampang kabel instalasi yang tepat. Luas penampang kabel akan berhubungan dengan kuat hantar arus ( KHA ) atau seberapa besar arus yang aman yang bisa dialirkan pada luas penampang kabel tersebut secara terus menerus. Jika arus yang mengalir pada kabel tersebut diluar kapasitasnya tentu saja ini tidak aman dan bisa menyebabkan hal yang tidak diinginkan bagi rumah konsumen seperti terjadinya kebakaran. Inilah sebenarnya yang harus di proteksi pada instalasi konsumen.
Adapun besarnya KHA terus menerus yang diijinkan terhadap luas penampang kabel berdasarkan PUIL 2000 adalah sebagai berikut :
Tabel diatas bisa menjadi referensi berapa luas penampang kabel yang diperlukan untuk instalasi di rumah. Saya pribadi menganjurkan luas penampang kabel minimal dari instalasi sebuah rumah sederhana sebaiknya ada di ratting minimal 2,5 mm^2 dengan tujuan saat ada pengembangan instalasi yang menyebabkan nilai KHA menjadi besar, masih memungkinkan anda tidak perlu membongkar instalasi lama dengan syarat KHA masih dalam kapasitas di luas penampang 2,5 mm^2. Tetapi untuk rumah-rumah khusus atau gedung yang membutuhkan KHA cukap besar silahkan mengkondisikan.
Dari uraian tentang KHA diatas sebetulnya saya ingin menyampaikan korelasinya dengan penentuan kapasitas amper MCB di PHB. Ketika anda memahami sangat pentingnya memperhatikan luas penampang kabel terhadap KHA maka sudah sewajarnya ada proteksi yang bisa mengakomodir pembatasan arus melindungi KHA kabel instalasi tersebut, dalam hal ini bisa terwakili dengan MCB di PHB sebagai back up atau proteksi cadangan jika ada kegagalan fungsi di MCB utama KWH. Sebenarnya ini hanyalah dasar untuk menentukan amper maksimal untuk MCB di PHB, tetapi jika ingin memperhatikan masalah ekonomis tanpa mengurangi aspek proteksi, anda bisa menentukan kapasitas amper MCB di PHB per grup dengan nilai minimal sama dengan amper MCB utama di KWH dengan mengabaikan jumlah grup beban di PHB. Semakin besar kapasitas amper MCB, harga semakin mahal.
Jadi, Untuk kapasitas amper MCB di PHB dari pernyataan diatas bisa disimpulkan untuk nilai minimum dan maksimum amper MCB di PHB yang diijinkan. Nilai minimum adalah kapasitas amper MCB di PHB sama dengan MCB utama di KWH, dan nilai maksimum adalah amper MCB di PHB sama dengan kemampuan KHA luas penampang kabel instalasi. Anda tidak usah khawatir jikalau amper MCB di PHB tersebut seandainya diatas amper MCB utama di KWH. Jika terjadi beban lebih dan MCB KWH misalnya gagal trip maka akan tetap aman dan suatu keuntungan tersendiri bagi konsumen bisa memakai listrik diatas kontrak, yang penting instalasi anda tetap aman dari beban lebih karena sudah ada proteksi terhadap KHA kabel oleh MCB di PHB. Pun jika terjadi gangguan hubung singkat maka MCB utama harus segera trip, dan jika gagal trip, MCB di PHB akan trip sebagai proteksi cadangan.
Demikianlah sedikit gambaran tentang cara menentukan amper MCB listrik di PHB rumah yang benar, Semoga bisa menjadi pencerahan bagi anda yang masih atau pernah bingung dan ragu dengan kasus yang sama. Saran, masukan ataupun koreksi silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar.
193 komentar untuk "Cara Menentukan Amper MCB Listrik di PHB Rumah yang Benar"
konteks dari fungsi MCB PHB pada artikel ini sebenarnya sebagai pembagi jalur beban dengan MCB sebagai sirkit pemisah dengan tujuan lokalisir beban saat terjadi preventif. Adapun dalam konteks proteksi seluruhnya diambil alih oleh MCB utama. Jika MCB PHB yang diinginkan untuk lokalisir proteksi maka otomatis MCB PHB tidak boleh melebihi MCB utama agar lokalisir gangguan lebih efektif tanpa memutuskan MCB utama. Tapi kerugiannya adalah anda tidak bisa mengoptimalkan penggunaan listrik anda saat kondisi beban terkonsentrasi pada satu jalur pembagi karena anda membatasinya dibawah MCB utama yang notabene adalah MCB kontrak yang abudemen bebannya anda bayar. Rekomendasi saya jika PHB dipasang pada 2 lantai saya lebih memilih penggunaan sikring yang ampernya minimal sama dengan MCB utama. pada konteks proteksi"hubung singkat" jika kasus seprti yang anda tanyakan diatas maka fungsi PHB akan bisa melokalisir gangguan tanpa memutus MCB utama karena karakteristik sikring lebih handal dan responsif dalam hal gangguan "hubung singkat". MCB lebih efektif pada pengamanan beban lebih ( over load ).
Disclaimer : ini hanya pendapat pribadi, silahkan untuk cari literatur lain yang lebih valid seperti referensi pada PUIL 2000.
terimakasih sudah berkunjung...:)
ternyata begitu anjlok terdengar suara ledakan kecil didalam tembok,,ternyata kecurigaan saya tepat pada kabel stop kontak yg ditanam didalam tembok karna mungkin cuaca hujan tembok lembab..akhirnya saya putus kabel tersebut dan solusi beres..sharing pengalaman om 🙏
dengan acuan In di nameplate mesin tsb, nilai MCCB atau disebut pemutus sirkit adalah 250% x In (untuk motor sangkar atau serempak) dan 150% x In (untuk motor rotor lilit AC) untuk lebih jelasnya baca artikel saya tentang "cara menentukan spesifikasi komponen instalasi motor listrik DOL starter).
untuk luas penampang kabel bisa dilihat pada tabel di artikel diatas menyesuaikan dengan jenis kabel yang dipakai.
demikian.. tks.
semoga membantu.
P = I x V x Cos phi;
I = P / (V x Cos phi)
jika diasumsikan cos phi=1 dan tegangan listrik = 220V, maka ampere yang diperlukan adalah 7700 W / 220V = 35A
Silahkan anda pakai rumus diatas untuk asumsi besaran parameter listrik yang lain.
semoga membantu.
Kode c16 menjelaskan tripping curve MCB yaitu tipe “C”, dengan proteksi magnetic trip sebesar 5-10In (In : arus nominal atau rating arus dari MCB. Adapun angka “16” adalah rating arus dari MCB sebesar 16 Ampere.
mau nanya, di kantor sya listrik di kwh meter 4400 / 20 ampere, saat ini terbagi 3 group msing2 10 amper. Sedangkan d dlam kantor ada 5 AC, 2 buah pc, dan lampu pnerangan. tetapi saat AC d nyalakan smua mcb kwh lngsung trip, apakah watt nya memang kurang ataukah perlu membagi arus dngan mnambah jmlah group mcb? mohon bantuannya pak, terima kasih
Silahkan anda hitung kebutuhan konsumsi beban listrik di kantor tersebut,
5 AC jika per AC adalah 1 PK = 746 Watt x 5 = 3730 watt;
2 buah PC jika per PC 400 Watt = 2 x 400 watt = 800 watt;
total beban AC + PC = 3730 + 800 = 4530 watt, dari sini saja sudah pasti overload, belum ditambah penerangan. Atau anda bisa lakukan sendiri perhitungan seperti saya ini dengan memperhatikan daya aktual dikantor anda.
jadi sekali lagi tripnya MCB KWH tidak ada hubungannya dengan MCB di PHB / pembagian group MCB.
semoga membantu.
Mohon sarannya,
di kantor saya KWH 20A, terpasang PHB dgn 5 MCB dgn ukuran dari kiri ke kanan 10A-10A-10A-8A-6A.
pada lantai atas terdapat 2 buah AC ukuran masing2 2pk, jika kedua AC tsb dinyalakan bersamaan, MCB 10A paling kiri selalu trip setelah beberapa menit, yg mengakibatkan listrik lantai atas mati, namun lantai bawah masih menyala.
akhirnya saya coba ganti MCB paling kiri tsb dgn 20A. Namun hal yg sama masih terjadi, MCB paling kiri (yg sekarang 20A) trip, lantai atas mati, namun lantai bawah msh menyala.
Jadi sebaiknya saya ganti MCB yg mana pak? ukuran brp? agar kedua AC tsb dapat nyala bersamaan.
Trima kasih.
1pk = 746 watt
2pk = 1492 watt
2 AC = 2 x 1492 = 2984 watt
jika asumsi cosphi AC 0.8 maka ampere AC = 2984 / (220 x 0.8) = 17A, untuk MCB 10A pasti trip karena kelebihan beban. Ketika MCB ganti ke 20A ternyata masih trip, mungkin bisa disiasati untuk start AC jangan bersamaan, biar satu nyala stabil dulu baru kemudian start AC yang ke 2.
Nyala pertama ada arus asut motor kompressor AC yang tinggi, jika berbarengan bisa melebihi 20A dan direspon pertamakali oleh MCB jalur tersebut trip.
ganti MCB PHB jika melebihi MCB utama (>20A) maka resiko trip kelebihan beban bisa mentripkan MCB utama artinya mematikan semua jalur.
dirumah saya baru terpasang listrik 1300VA, rencana jalur didalam rumah akan saya bagi 2, yaitu 1 jalur menggunakan 4A (kulkas,mesin cuci,mesin air), dan 1 jalur untuk tv dan lampu. MCB utama 6A setelah saya bagi tersebut apakah dengan sistem pembagian MCB tersebut dapat menghemat pulsa atau tidak. terima kasih atas penjelasannya
tapi kalau memang tetap pakai 4A terserah bapak, kekurangannya jika bapak pakai listrik dijalur 4A tersebut sudah melebihi 4A, MCB di PHB akan trip, padahal bapak punya kontrak dengan PLN 6A, rugi khan?
hanya saran saja, semoga membantu...:)
o ya pak ada tips biar hemat token listrik ga? :)
atau ketik di kolom search blog ini :"cara hemat listrik"
semoga membantu.
Mau nanya. Untuk menghitung jmlah mcb berapa amper bgmna caranya gan?? Soalx kbanyakn mcb skrg kkuatan C nya da yg kurang kdang da yg mlbihi.
demikian.
MCB utama saya 10A, kalau mau saya tambah mcb pembagi 1 lagi dengan 10A, tapi jarak dengan MCB utama jauh bagaimana solusinya sedangkan kabel keluar dari mcb utama sudah tidak ada kabel arde,
peranyaan saya apakah jika mau dipasang mcb lagi itu bisa tanpa arde atau bisa dipasang arde lagi langsung ke tanah atau harus ganti kabel utama yang keluar dari mcb pln
Kepengen belajar.....
kalau di rumah saya 4 hari ini mcb yang ada di panel PLN (rumah saya cluster) selalu trip tiap 5-6 jam (rumah lain tidak trip) dan mcb di kwh meter saya tidak trip.
kira2 apa penyebabnya ? saya sudah simulasikan beberapa perangkat elektronik dan mcb di panel PLN tetap trip
1. Bgmn cara membagi fase jk d rmh tdp mesin air, mesin cuci, kulkas, rice cooker, tv, ac dan lampu ???
2. Apkah baik & benar jk pembagian fase tsb : 1.fase pertama utk mesin air, 2. fase kedua untuk semua terminal/stop kontak (kulkas,mesin cuci,rice cooker,setrika,tv,dll) 3. fase ketiga utk lampu????
3. Brp Ampere yg baik & tepat d masing2 fase/MCB PHB melihat dr barang2 tsb d ats???
mohon jawabannya by email: [email protected] tks
2. tidak masalah, kelompok 1 khusus stop kontak, kelompok 2 untuk lampu dan kelompok 3 untuk mesin air, baik2 saja.
3. Yg tepat menurut saya sama dengan kontak utama KWH atau lebih besar dari kontak utama KWH dengan tujuan optimalisasi daya kontrak (bukan lokalisir beban lebih/gangguan instalasi),
jika peruntukan untuk lokalisir gangguan atau beban lebih pada kelompok beban tertentu, maka pengelompokan PHB harus disesuaikan dengan kebutuhan konsumsi listrik kelompok beban tsb.
demikian.
Mengenai instalasi ground di stop kontak, fungsinya adalah membuang arus bocor ke tanah jika peralatan elektronika yang tersambung dengan stop kontak tersebut ada kebocoran atau kegagalan isolasi ke body peralatan elektronika tsb, sehingga orang yang menyentuh peralatan elektronika tersebut aman dari sengatan listrik. Silahkan simpulkan bermasalah atau tdk menurut anda.
Bagi saya, peralatan elektronika dirumah, hampir seluruhnya menggunakan body isolator. Jaman sekarang teknologi ilmu bahan sudah sangat berkembang, tidak seperti dulu semua peralatan elektronik mempunyai body besi. Oleh karena itu tidak terpasangnya grounding di stop kontak bagi saya tidak terlalu bermasalah.
Rekomendasi saya 3 grup x @10A untuk optimalisasi pemakaian sesuai daya kontrak. Boleh saja bapak pasang 10A dibagi 3 atau dipasang MCB dibawah MCB induk agar jika terjadi gangguan MCB induk tidak trip, resikonya tidak akan didapatkan optimalisasi sesuai daya kontrak. Saya lebih memilih tetap pada rekomendasi awal.
Asumsi daya listrik 1300watt MCB utama 6A.
Dibagi 2, utk lt-1 6A & lt-2 6A.
- jika ada konsleting di lt-2, maka yg trip MCB PHB lt2, lt-1 listrik masih nyala?
- jika jumlah pemakaian lt1 & lt-2 lebih dari 1300watt, maka yg trip MCB utama?
(Pemakaian lt1 & lt2 tidak melewati 6A, tapi jumlah pemakaian lt1+lt2 yg melewati 6A)
Terima kasih banyak
- jika total pemakaian lt1 & lt2 lebih dari 1300 Watt sudah pasti yang akan trip adalah MCB utama meskipun per lt tidak melebihi 6A.
Terimakasih sebelumnya
Jika MCB yang anda maksud MCB utama di KWH segera hubungi PLN terdekat, jika respon penanganan lambat bisa langsung dilaporkan ke 123
Jumlah perangkat hubung bagi daya, biasanya terpasang setelah MCB KWH utama
Contoh : jika mcb utama kita 6 amper maka kita bisa membaginya sesuai kebutuhan. Baik itu rangkaian mcb 2A+2A+2A atau 3A+3A yg terpenting klw d jumlah tidak boleh melebihi nilai amper utama. Agar kerja mcb sesuai fungsinya jika ada arus singkat / lebih tidak membebankan mcb utamanya.
Misal seperti yang anda contohkan MCB 6A dibagi di PHB menjadi 2A + 2A + 2A maka satu jalur kelompok beban di PHB tersebut hanya bisa dipakai maksimum 2A saja, jika satu jalur tersebut pemakaiannya melebihi 2A maka jalur tersebut saja yang akan trip, kelemahannya anda tdk bisa mengoptimalkan konsumsi jalur tersebut sesuai daya kontrak 6A. Akan ada kalanya pemakaian listrik terpusat disatu jalur karena kepentingan tertentu, dan hal ini tdk akan bisa diakomodir jika pembagian PHB dilakukan seperti yang anda contohkan.
kesimpulannya semua pandangan sah-sah saja selama faktor proteksi tetap jadi perhatian, selebihnya adalah faktor peruntukan dan efektifitas instalasi saja sesuai keinginan user.
kesimpulannya, periksa kembali pembacaan terukur, periksa kembali KWH terpasang di MCB, bisa jadi kalau tdak ada kesalahan pembacaan berarti kesalahan parameter alat pengukuran. Untuk lebih jelasnya bisa pakai alat ukur mandiri seperti watt meter atau clamp amper.
untuk pemasangan stabiliser kurang efektif karena drop tegangan yang terlalu besar, 220V ke 150V (30% dari tegangan normal)kecuali ada spec stabiliser yang memang punya kapasitas step up tegangan sesuai kondisi tersebut.
demikian.
salam listrik-praktis...
jika pembagian kelompoknya adalah menjadi listrik satu phasa per kelompok maka perhitungannya akan berbeda tidak seperti diatas.
penggunaan MCCB biasanya untuk batasan arus lebih dari 100A, dibawah itu masih bisa pake MCB.
Sy mau bertanya, listrik di rmh sy 4A / 900watt MCB utama dr PLN.. Stlh MCB utama ada PHB yang membagi menjadi 2 grup, namun sebelum PHB ke dua grup tsb ada MCB lg sebagai induk dr PHB yg insrtalasinya setelah MCB utama dgn Spec 6A, kemudian di PHB sy pasang MCB 6A dan 4A..
Di bagian grup 6A sering trip ketika mesin air hidup
Yg ingin sy tanyakan,
1. apakah fungsi dr MCB yg dipasang sblm PHB dan stlh MCB utama trsbut??
2. Utk menghindari trip di grup 6A tsb, apakah tepat jika saya pasang MCB lg di instalasi stop kontak mesin air dgn Spec sesuai dgn beban mesin air tsb,atau bagaimana baiknya menurut bpk??
terima kasih sebelumnya..
1. untuk pemasangan MCB 6A setelah MCB KWH 4A dan sebelum PHB, pemasangan ini tidak lazim. Kemampuan supply listrik tetap mengacu pada MCB terkecil yang ada di KWH yaitu 4A. Jika arus melampaui 4A tetapi dibawah 6A maka MCB utama akan trip. Jadi fungsi MCB yang dipasang seri dengan KWH meter tersebut saya rasa cuma back up proteksi MCB utama saja tapi hal tersebut hemat saya tidak terlalu diperlukan.
2.ketika pompa air hidup ada inrush current sekejap yang nilainya diatas 6A yang dirasakan MCB terdekat sehingga MCB trip. Alternatif Solusi :
2.1 tambah daya
2.2 start up pompa dilakukan dengan mengkondisikan beban listrik yang lain dimatikan dulu sebentar, kulkas dimatikan dulu, TV dimatikan dulu, AC dimatikan dulu, dll. Solusi ini akan efektif hanya saja anda dibikin repot, he..
2.3 pakai bank capasitor atau dipasaran ada ada alat yang namanya power saver untuk rumah tangga. Tapi ini untung-untungan jika hitungan power saver tersebut pas sesuai dengan kebutuhan kita maka akan membantu MCB tdk trip, jika tdk sesuai tetap saja akan trip saat pompa air start up.
demikian.
tks.
tapi jika terjadi short circuit salah satu jalur masih memungkinkan MCB jalur yang 10A tersebut bekerja lebih dulu dibanding MCB utama yang 6A.
kelebihannya anda bisa memaksimalkan pemakaian listrik sesuai daya kontrak.
menambah MCB setelah KWH silahkan saja, semuanya menjadi otoritas konsumen seperti membatasi kapasitas penghantar di 10A, hanya saja pemanfaatan daya sesuai kontrak tidak optimal.
Klau arde nya cuma dari kWh ke MCB doang ada mslah gak ya pak... sedangkan semua intalasi GK ada ardenya semua
Mksih pak
ketika arde tidak terpasang pada instalasi berarti proteksi yang saya jelaskan tersebut tidak berlaku.
terima kasih
Analisa saya jika terbalik ada aspek k3 kelistrikan yang terabaikan, posisi MCB Off bagian toogle sentuh harusnya bebas tegangan agar aman pada kondisi yang punya potensi tdk aman.
caranya adalah ketika terjadi gangguan, pastikan semua MCB Off, Operasikan bertahap dari MCB hulu ke MCB hilir:
1. On MCB utama, jika langsung trip maka gangguan ada di jalur MCB utama menuju box pembagi
2. On salah satu MCB, jika MCB dan atau MCB utama ikut trip bisa dipastikan MCB jalur tersebut yang gangguan, segera lokalisir, dan normalkan jalur yg tdk terganggu.
3. On MCB terakhir, analisa sama seperti poin 2
terimakasih.
1 phasa : I=S/V --> S= daya kontrak terpasang; V= tegangan 1 phasa (220V)
3 phasa : I=S/(akar3 *V) --> S = daya kontrak 3phasa; V= tegangan 3 phasa (380V)
Contoh untuk pembatas kontrak 3 phasa 23000VA maka berdasarkan perhitungan rumus diatas MCB pembatas yang dipasang adalah 3x35A. Jika akan dibagi grup per phasa menjadi 1 phasa maka kemampuan per phasanya adalah max 35A.
Bagaimana pak?. Mksh
Untuk pernyataan saya tentang maksimal MCB PHB mengikuti KHA luas penampang kabel adalah faktor proteksi terhadap instalasi ketika user menggunakan MCB PHB tersebut difungsikan sebagai pemisah atau diskonektor untuk melakukan pemisahan jalur atau lokalisir secara manual ketika akan dilakukan servis dijalur tersebut tanpa mematikan MCB utama.
Ketika MCB KWH 6A ada dibawah rating MCB PHB 10A memang ada pembatasan pemakaian yaitu tetap 6A, tapi ketika ada kegagalan kerja saat arus gangguan yang "tinggi" di MCB 6A, MCB 10A setidaknya akan melakukan tugasnya menyelamatkan instalasi rumah mengacu pada KHA kabel yang sudah jadi referensi pengamanan sebelumnya sehingga kabel instalasi tidak terbakar karena arus gangguan diatas KHA nya.
Anda mengganti MCB PHB ini menjadi 6A pun tak masalah, tetapi saya hanya memberikan keleluasaan fleksibel ketika MCB yang tersedia diatas rating MCB utama maka boleh saja dan aman selama faktor KHA kabel diperhatikan.
Silahkan berbeda persepsi tentang masalah ini yang penting faktor proteksi tetap wajib jadi perhatian. Saya sangat mengerti dan menghargai persepsi anda tersebut. Pembaca lain tidak menutup kemungkinan sependapat dengan anda.
terimakasih apresiasinya ..:)
1.apakah aman 1 mcb phb 10A ,untuk menyalakan semua menyalakan perangkat perangkat listrik tadi secara bersamaan?
2.jika saya tambahkan 1lagi mcb phb 10A,dengan tujuan menambah 2 AC 1/2 pk lagi,dan di nyalakan bersamaan dengan perangkat yang lainnya,apakah mcb utama trip, atau ada masalah lainnya?
2. silahkan tambahkan 1 lagi MCB 10A, keuntungan anda hanya punya akses lokalisir jalur saja. adapun seleksi pemakaian arus listrik mengacu pada daya kontrak, MCB PHB yang anda pasang tidak bisa punya peran itu. ketika jumlah konsumsi jalur di PHB yaitu jalur MCB1+MCB2 sudah melebihi 10A maka MCB utamalah yang akan trip. Masalah lainnya saya rasa aman2 saja.
Artikel ini sangat bermanfaat.
Dirumah saya Sudah terpasang listrik 1300VA Dan mcb 6 ampere,Di PHB juga Sudah terpasang mcb sebanyak 3buah.Susunannya sbg berikut: mcb1 10A,mcb2 Dan 3 masing2 6A.mcb 2 Dan mcb3 ini mcb group Barat Dan mcb group Timur didalam rumah.
Pertanyaan saya :
1. Untuk mcb1 10A ini berfungsi untuk apa? Terus untuk pemasangan Semua mcb yg didalam PHB tsb apa Sudah aman?
2. Jika saya mau tambahkan 1mcb 6A lagi untuk pemasangan jalur AC 1pk apakah masih aman?
3. Jika saya mau menambahan ELCB Kira2 ELCB yg berapa Ampere?
Terimakasih.
2. Nambah MCB 6A silahkan, aman2 saja (lihat poin 1)
3. ELCB dengan tegangan pengenal 30mA dan KHA kontak diatas 6A
1. Sy akan naikkan listrik rmh sy dari 1300 (6A) ke 3500 (16A).. klo dari penjelasan2 bpk di atas (asumsi sy pasang MCB PHB 4 grup) brarti saran bpk 4 grup @16 amper agar optimal sesuai kontrak PLN ya? krn instalatir sy bilang kalo @16 amper tdk aman, dia sarankan 16-10-10-10.. unt konfirm aja ini
2. unt kabel sebaiknya pakai kabel Supreme yg tipe apa y pak? NYA, NYM atau NYY? dan yg luas penampangnya brp?
3. sy kan jg mau pasang RCBO, nah sebaiknya sy beli RCBO 4 buah @16 amper (jadi ga perlu beli MCB mksdnya) ATAU beli RCBO 1 buah 16 amper dan 3 buah MCB 16 amper? atau gmn baiknya unt instalasinya?
2. Pakai NYM saja sudah cukup dan ekonomis. Untuk maksimum beban 16A,saya sarankan pakai luas penampang minimum 2,5 mm^2 dengan kemampuan Hantar Arus (KHA) sebesar 26A, pengembangan instalasi kedepan tidak perlu ganti kabel, spare masih tinggi. (lihat tabel PUIL 2011 di artikel blog ini: https://www.listrik-praktis.com/2018/10/cara-menentukan-luas-penampang-kabel-PUIL-2011.html)
3. Beli RCBO 16A/30mA, cukup beli 1 saja, dipasang setelah MCB KWH sebelum pembagian Grup di PHB. Jika punya budget lebih silahkan saja beli 4 buah dipasang dimasing-masing jalur tiap grupnya, setelah MCB KWH tdk perlu dipasang. rating RCBO nya max 16A/30mA (nilai dibawah 16A silahkan disesuaikan)
Pertanyaan saya!
1. Apakah mengutak atik kelistrikan rumah sendiri tidak menyalahi aturan PLN??
2.di rumah hanya mempunyai 1 mcb di phb sementara rangkaian listriknya luas bercabang2 apakah itu aman??
Dan prngaruh nggak dengan ngetrip.x mcb kwh meter sebelum beban terlampaui??
Trimakasih.
2. 1 MCB dengan banyak percabangan pada dasarnya aman selama kualitas koneksi dan spesifikasi luas penampang penghantar sesuai dan tetap terjaga
tripnya MCB pada dasarnya mengacu pada 2 kondisi yaitu thermal karena beban lebih atau magnetik karena konsleting atau hubung singkat. Jika beban belum terlampaui MCB trip periksa apakah MCB tersebut panas? jika ya bimetal MCB sudah tidak bagus. Jika MCB trip tanpa panas berarti magnetik MCB yang kerja, kemungkinan instalasi anda ada yg short. Jadi tripnya MCB sebelum beban terlampaui tdk ada hubungannya dengan 1MCB bercabang cabang, selama insstalasi percabangan sesuai dengan syarat poin 2 diatas.
Saya mau tanya terkait dg kondisi yg ada di kontrakan tempat saya huni. Pada MCB utama tertera CL2 dg daya 450watt dan Arus 2 Amper. Sedangkan MCB di PHB tertera C4 yg berarti 4 Amper.
Jika saya memakai AC 1/2 PK, ricecooker serta teko pemanas secara bersamaan pada MCB utama terjadi trip. Tapi jika saat saya sedang iseng2 memperbaiki barang elektronik dan terjadi short maka MCB yg ada di PHB terjadi trip.
Apakah memang seperti itu seharusnya ?
Lalu jika saya membagi Membagi MCB di PHB menjadi 2 groub, masing2 4 Amper atau masing2 2 Amper, yg satu untuk peralatan rumah dan satunya lagi untuk saat mengerjakan perbaikan elektronik, apakah saat terjadi short pada perbaikan elektronik, hanya MCB untuk perbaikan yg terjadi trip ?
Mohon bantuan jawabnya pak :)
Terimakasih
Pada kasus kedua, terjadi short circuit, MCB 4A di PHB trip padahal rating arus diatas MCB utama 2A. Ini bisa terjadi karena saat short circuit terjadi arus yang sangat tinggi dan karakter MCB yang merespon kejadian ini adalah karakter magnetik. Idealnya MCB yang terdekat dengan titik gangguan dalam hal ini adalah MCB PHB akan merasakan duluan dan trip duluan atau bisa juga tergantung dari karakteristik kecepatan respon MCB tersebut terhadap arus gangguan. Jadi dalam kasus ini normal saja.
Membagi PHB yang anda lakukan sudah benar untuk lokalisir gangguan khususnya saat perbaikan elektronik. Rekomendasi saya untuk kondisi beban anda sebaiknya prioritas melakukan upgrade atau tambah daya di MCB utama dulu. Hubungi pihak PLN terdekat.
terimakasih.
Jika masalahnya adalah kelebihan beban, mengganti MCB 4A menjadi 6A adalah langkah yang tepat, tetapi itu semua adalah otoritas dari PLN. Hubungi PLN terdekat untuk melakukan prosedur TAMBAH DAYA LISTRIK. Anda tidak diperbolehkan mengganti sendiri MCB di KWH tersebut tanpa ijin PLN.
mas sy mw nanya ,dirumah saya pakai daya 1300 watt dan di mcb kwh meter pakai 6A sedangkan di phb dalam rumah 4A ,phb tidak saya bagi-bagi ,saya bwrencana mengganti mcb di phb dgn 6A
aman tidak ya dari sisi safety..
makasih sebwlumnya..
MCB utama 6A, MCB PHB 4A tidak dibagi-bagi, sayang amat ya, kontrak daya 6A anda batasi pemakaian di 4A.
Mengganti MCB PHB menjadi 6A dan dibagi-bagi aman saja jika spec KHA kabel instalasi anda relevan. (lihat tabel KHA di artikel ini)
1. pastikan bahwa cam starter yg dipakai sesuai dengan nameplate pada artikel, jika beda tipe silahkan mengkondisikan.
2. Lakukan oleh orang yang mempunyai kompetensi kelistrikan
untuk spec cam starter yang paling aman adalah menyesuaikan dengan kapasitas genset (sedikit diatas Ampere genset, lebih besar lebih baik). Jika kapasitas genset sama dengan daya PLN 3500VA berarti rating cam starter harus diatas 16A. Pemilihan 32A cukup aman selama KHA luas penampang kabel mendukung.
Terimakasih.
Mau nanya, MCB utama di rumah saya 4A dan di PHB saya pasang RCBO 10A (30mA) dan MCB 4A lalu ke jaringan rumah. Alasan pake RCBO akan trip ketika ada arus bocor di jaringan/kesetrum dan MCB PHB akan trip ketika kelebihan beban. Apakah aman saja penggunaan RCBO 10A tersebut? Tks sebelumnya
kesimpulannya aman karena proteksi beban lebih sudah ter back-up MCB 4A, dan RCBO akan memutuskan listrik jika ada arus bocor yang terjadi dengan selisih arus 30mA (contoh kasus: orang kesetrum)
Terimakasih.
group 1 khusus stop kontak menggunakan MCB 4A,
group 2 untuk penggunaan lampu 7 titik @25watt MCB 2A,dan
group khusus AC ½pk menggunakan MCB 2A.
Grup 2 Ok
Grup 3 rekomendasi saya pake 4A saja pak, untuk AC1/2PK pake pembatas 2A terlalu mepet, khawatir tarikan awal kompressor AC lama-lama ngetripin MCB, tapi kalau selama ini anda tidak masalah, no problem.
Saya izin bertanya. Sebelumnya saya menggunakan listrik daya 1300, dengan penggunaan 2 kulkas, 1AC dan lampu. Dan semua aman2 aja.
Kemudian saya pindah rumah, dan tetap menggunakan daya 1300. Namun kali ini menggunakan meteran prabayar (token). Dengan penggunaan yg sama, yaitu 2 kulkas, 1AC dan lampu. Namun kali ini mcb utama sering jepret, nyaris terjadi setiap hari. Jika dinyalakan lg, akan jepret lg dgn jeda waktu beberapa menit atau 1 jam. Jepretnya minimal 2 kali sehari. Setiap mau dinyalakan kembali mcb utama panas, tp tdk panas2 banget. Mcb utama 6a dan mcb pbh di bagi 2 masing2 10a. Kira2 penyebabnya apa ya? Mohon bantuannya. Terimakasih
Saya sangat faham dengan kasus yg bapak tanyakan. Ini analisanya:
1. Berubahnya KWH pasca menjadi prabayar tidak masalah karena yg trip adalah MCB KWH, bukan relay OL didalam KWH prabayar (klo terjadi biasanya muncul tulisan “overload” di display atau kode khusus)
2. Dengan beban yg sama tetapi pindah rumah dan MCB utama selalu trip dengan indikasi panas / hangat, ini kesimpulannya OVER LOAD yg disebabkan :
a. Kualitas tegangan PLN yang masuk rumah lama lebih baik daripada rumah baru. Pada dasarnya semakin jauh posisi konsumen terhadap trafo kios atau trafo TR PLN maka drop tegangan semakin besar. Bisa jadi rumah lama dekat trafo atau gardu PLN sedangkan rumah baru lebih jauh. Dengan beban yang sama penurunan nilai tegangan akan berimbas terhadap kenaikan konsumsi arus listrik yang akan diidentifikasi oleh MCB lewat sensitifitas bimetalnya, apalagi nilai beban rumah bapak sudah limit mendekati kontrak daya pembatas PLN.
Solusi : pengaturan operasi beban listrik, atau pasang alat perbaikan factor daya (yg kata orang alat penghemat listrik / padahal bukan!!!), atau TAMBAH DAYA :)
b. Dengan berpindahnya rumah, maka karakteristik MCB KWH kemungkinan ada perbedaan meskipun rating sama 6A (lihat merk). MCB di rumah lama lebih handak terhadap karakteristik overload dari pada MCB rumah baru. Beda kualitas bahan bimetal. Silahkan cek merk dan samakan jika penasaran.
Demikian.
dan sekring saya naikkan ke 16ampere, dr penjelasan bapak, pemakaian listrik bisa maksimal dgn trip kemungkinan di kwh meter PLN nya.
Nah, apakah ada risiko pada perangkat elektronik rumah kalau seandainya trip meteran PLNnya? (kalau pemakaian over 2200watt)
Kemudian disebelahnya ada mcb 10 ampere 1 buah, disebelahnya lagi baru ada 4 buah mcb masing2 6 ampere.
Tadi dipakai ngelas dengan mesin las 450 watt ada 1 mcb turun.
Padahal tdk ada 1 pun lampu menyala dan tdk ada satu pun alat elektronik yg ada, krn rumah baru jadi. Tapi ada 1 mesin gerinda yg nyantol di colokan.
Apakh ini normal?
Apakah ini normal?
Ini tidak normal, Silahkan diperiksa mesin las terasebut khawatir sudah rusak atau ada short circuit.
Kondisi hidup mati bergantian cepat membuat saya khawatir dan langsung mematikan mcb meteran. Bunyi masih terdengar dan sekitar 20 Detik bunyi hilang. Setelah itu saya naikkan mcb meteran dan listrik rumah normal.
Kondisi apakah ini Pak, dan apakah aman apalagi rumah seringkali ditinggal. Sebagai info daya 5500 VA dan PHB 10 10 16A.
Kami duga setelah tambah daya langsung bunyi, terima kasih
kalau permasalahan rumah ditinggal dan kondisi ini terjadi, secara instalasi jika instalasi dalam rumah sudah standard harusnya aman pak.
MCB dalam dipasang 16A, 10A, 10A
apakah aman pak?
karena saya baca2 katanya yang dalam tidak boleh lebih tinggi dr yg MCB luar?
makasih sebelumnya
jika bicara aman dan tidak aman kembali lagi ke konsep berapa luas penampang kabel instalasi di rumah anda sehingga didapatkan kesimpulan KHA kabel nilainya harus ada diatas rating arus MCB pembatasnya. Selama syarat ini dipenuhi maka instalasi akan aman. Silahkan baca artikel saya tentang KHA kabel untuk jelasnya ya.
Terimakasih...
contoh: satu jalur untuk semua stop kontak, satu jalur untuk semua perlampuan, satu jalur untuk semua per AC an, atau satu jalur untuk ruang atas, dsb.
Contoh MCB utama 6A, maka 2 group bisa dipasang 4A dan 2A. Metoda seperti ini dijamin MCB utama tidak akan trip saat salah satu MCB di PHB trip karena beban lebih. Resikonya anda tidak bisa menggunakan listrik sesuai optimal kontrak. akan trap trip terus di MCB group, makanya saya tidak rekomendasi teknik ini. Kalau mau silahkan.
2. Saat PLN mati kemudian hidup kembali, MCB utama selalu trip, itu artinya ada inrush current akibat terlalu banyak beban listrik dirumah yang standby On saat mati listrik dan saat listrik hidup kembali semua beban listrik yang standby on tadi hidup secara bersamaan yang menyebabkan arus terjadi isangat tinggi yang menjadi sensing magnetik MCB utama trip. Tipsnya matikan beban listrik besar saat mati lampu agar saat lampu hidup kembali MCB utama tdk trip.
grup 2: phase S= 3 MCB x 60A
grup 3: phase T= 4 MCB x 60A
Ini contoh setting maksimum ya, kemungkinan seting dibawah 60A per MCB 1 phase silahkan dikondisikan dengan peruntukan jalur instalasinya.
Saya mau tanya, saya pasang elcb ke mcb phb lantai 1. Dari mcb phb lantai 1 saya ssmbung lagi ke mcb phb di lantai 2 untuk kelistrikan di lt 2, jadi dari mcb phb lt 1 dilanjut ke mcb phb lt2 apakah elcb nya masih berfungsi? Mohon pencerahan nya.
Terimakasih...
Di bagi menjadi 2 jalur
Jalur 1 MCB 6A dan jalur 2 MCB 4A apa Masi aman pak
rencana Lantai 1 : pompa air 3 unit, UPS 1000VA, AC 1 PK, 2 unit , Ariston water heater 40 Liter, setrika 500 watt, hair dryer 1000 watt, kulkas 2 pintu besar 700 watt, dispenser super hot 96 : 500 watt, oven microwave 800 watt, kompor Listrik 2 tungku
Lantai 2 : pompa air 1 unit, AC 1 PK 1 unit, AC 1/2PK 1 unit, dispenser 96 1 unit
mohon ulasan smart nya
Terimakasih.
terimakasih
terimakasih.
MCB utama 4 ampere
Bagaimana kalau tidak pakai MCB PHB ?
Soalnya MCB PHB nya cuma 2 ampere.
Apakah masih aman?
Jika MCB pada PHB hanya ada 1 yaitu 20A tentu saja tetap aman. Hanya saja anda tidak memiliki fasilitas grouping beban. Jika ada gangguan pada instalasi, seluruh beban rumah akan mati, tidak lokalisir untuk mematikan khusus jalur gangguan saja.
Kabel 2,5mm sqrt untuk kabel instalasi rumah NYM --> KHA = 26A , jadi aman. Tetapi jika jenis kabel instalasi yang dipakai NYA dan dipasang didalam konduit, KHA = 20A. masih aman tetapi rekomendasi dinaikan luas penampang kabel NYA nya.
Artikel yang sangat informatif dan berguna. Saya ada rencana mau upgrade KWH meter dari 2200VA menjadi 4400VA. Kalo saya punya lampu 58bh, kulkas 2bh, AC 1PK 3bh, pompa air 1bh, mesin cuci 1bh, TV 4bh, stop kontak bebas 10bh, saya rencanakan grouping menjadi 8 group + 1RCBO + COS Ohm Saklar. Pertanyaan:
1). Ukuran MCB, RCBO & COS ohm saklar berapa yg saya gunakan.
2). Apakah benar urutan berikut: MCB Utama (PLN) - COS - RCB .
3). Apakah khusus untuk lampu dan stop kontak bebas bisa menggunakan kabel NYM 2x1,5mm sisanya menggunakan NYM 3x2,5mm.
Mohon pencerahannya. Terima kasih.
- RCBO dan COS juga setidaknya mengacu pada MCB kontrak yaitu minimum 20A atau diatasnya akan lebih baik.
2. Setelah MCB utama dipasang secara serial COS dan RCBO. Pemasangan seharusnya RCBO dulu sebelum COS jika RCBO difungsikan sebagai proteksi tanpa terpengaruh changeover supply.
3. NYM 2x1,5 silahkan selama arus max dibeban masih dibawah 18A
Apakah saya taruh di body pesawat itu?
Maaf sebelumnya
info tambahan : selama ini antara pompa, AC dan perangkat audio masih dalam 1 grup MCB yang masuk ke jalur stop kontak masing - masing
Apakah pembagian grup MCB diatas dapat menyelesaikan masalah lonjakan listrik yang nantinya tidak akan berpengaruh pada kualitas audio seperti yang diilustrasikan ? jadi memang ada 1 khusus motor listrik, 1 khusus perangkat yang sensitif pada lonjakan listrik
terima kasih
Silahkan berkomentar yang sesuai dengan topik, Mohon Maaf komentar dengan nama komentator dan isi komentar yang berbau P*RN*GRAFI, OB*T, H*CK, J*DI dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan ditampilkan!